Lakpesdam PCINU Jepang Gelar Webinar Pengelolaan Keuangan dan Peluang Beasiswa S1 PJJ untuk Pekerja Indonesia di Jepang
Jepang — Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PCINU) Jepang menggelar webinar bertajuk “Pengelolaan Keuangan Masa Depan dan Peluang Beasiswa S1 PJJ untuk Pekerja Indonesia di Jepang” pada Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Google Meet dan diikuti oleh 46 peserta, yang terdiri atas pengurus PCINU Jepang, anggota MWCINU di berbagai wilayah Jepang, pekerja migran Indonesia di Jepang, serta peserta umum yang memiliki perhatian terhadap literasi keuangan dan peluang pendidikan tinggi.
Webinar ini dibuka oleh KH. Agus Sulipan, A.Md., selaku Rais Syuriah PCINU Jepang. Dalam pembukaan tersebut, beliau menyampaikan pentingnya kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada penguatan keagamaan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas umat dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan masa depan keluarga.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Achmad Gazali, Ph.D., Ketua Tanfidziyah PCINU Jepang, bersama sejumlah pengurus PCINU Jepang lainnya. Kehadiran jajaran pengurus tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap program pengembangan sumber daya manusia, khususnya bagi warga Nahdliyin dan masyarakat Indonesia yang sedang menempuh kehidupan, studi, maupun bekerja di Jepang.
Webinar ini menghadirkan dua narasumber dari Universitas Amikom Purwokerto, yaitu Prof. Dr.Eng. Ir. Imam Tahyudin, M.M., Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Amikom Purwokerto sekaligus Ketua LTM PCNU Banyumas, dan Dr. Dhanar Intan Surya Saputra, M.Kom., Ketua Program Studi Sistem Informasi Universitas Amikom Purwokerto. Kegiatan dipandu oleh Miqdad Al Muflih, M.Eng., Ketua Lakpesdam PCINU Jepang.
Pentingnya Mengelola Keuangan Sejak Bekerja di Jepang
Pada sesi pertama, Prof. Dr.Eng. Ir. Imam Tahyudin, M.M. menyampaikan materi mengenai pengelolaan keuangan masa depan bagi pekerja Indonesia di Jepang. Beliau menekankan bahwa bekerja di Jepang dapat menjadi momentum penting untuk membangun fondasi finansial, tetapi penghasilan yang lebih besar tidak otomatis berubah menjadi kekayaan apabila tidak dikelola dengan sistem yang baik.
Menurutnya, tantangan utama pekerja bukan hanya pada besarnya pendapatan, tetapi pada kemampuan mengubah pendapatan tersebut menjadi aset, tabungan, dana darurat, investasi produktif, dan bekal masa depan. Ia juga mengingatkan pentingnya membedakan antara kebutuhan, keinginan, dan kebocoran pengeluaran yang sering kali tidak disadari.
Dalam paparannya, Prof. Imam menjelaskan bahwa masa tinggal di Jepang, terutama bagi pekerja dengan durasi kerja tertentu, perlu dipandang sebagai periode strategis untuk membangun target keuangan. Peserta diajak untuk mulai mencatat pengeluaran, menyusun pos keuangan, menyiapkan dana darurat, mengatur remitansi kepada keluarga secara terukur, serta berhati-hati terhadap investasi yang tidak legal dan tidak logis.
Ia juga menekankan pentingnya rencana aksi sederhana, seperti membuat catatan keuangan, menetapkan target tabungan, memisahkan rekening atau pos keuangan, dan melakukan evaluasi rutin agar pendapatan tidak habis tanpa arah.
Beasiswa S1 PJJ sebagai Jalan Melanjutkan Pendidikan
Sesi kedua diisi oleh Dr. Dhanar Intan Surya Saputra, M.Kom. yang menyampaikan materi mengenai peluang beasiswa S1 melalui sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau kuliah online di Universitas Amikom Purwokerto. Materi ini menjadi perhatian peserta karena banyak pekerja Indonesia di Jepang yang ingin melanjutkan pendidikan, tetapi memiliki keterbatasan waktu, jarak, dan biaya.
Dr. Dhanar menjelaskan bahwa kuliah bukan sekadar memperoleh gelar, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, jaringan, pola pikir, dan peluang karier. Ia juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi pendidikan telah membuka kesempatan bagi pekerja untuk tetap belajar tanpa harus meninggalkan pekerjaan.
Melalui sistem PJJ atau online, mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dari mana saja, mengakses materi melalui platform pembelajaran digital, berdiskusi dengan dosen, serta mengumpulkan tugas secara daring. Hal ini membuka peluang bagi pekerja migran Indonesia di Jepang untuk melanjutkan studi dengan sistem yang lebih fleksibel.
Dalam kesempatan tersebut, peserta juga mendapatkan informasi mengenai pilihan program studi dan peluang beasiswa sarjana yang dapat menjadi alternatif bagi pekerja Indonesia di Jepang yang ingin meningkatkan jenjang pendidikan.
Ruang Khidmah Pendidikan dan Pemberdayaan Umat
Webinar ini menjadi bagian dari ikhtiar Lakpesdam PCINU Jepang dalam memperkuat literasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat Indonesia di Jepang. Melalui kegiatan ini, PCINU Jepang berupaya menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga menyentuh kebutuhan praktis masyarakat, terutama dalam pengelolaan keuangan dan akses pendidikan tinggi.
Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran 46 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari pengurus, anggota MWCINU, pekerja migran, hingga masyarakat umum. Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa tema pengelolaan keuangan dan peluang beasiswa sangat relevan dengan kebutuhan diaspora Indonesia di Jepang.
Melalui kolaborasi ini, Lakpesdam PCINU Jepang berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. Literasi keuangan dan akses pendidikan tinggi diharapkan dapat menjadi bagian dari khidmah PCINU Jepang dalam mendampingi masyarakat Indonesia di Negeri Sakura agar semakin mandiri, berdaya, dan siap membangun masa depan yang lebih baik.
Kontributor: Arif Mu’amar Wahid, M.Kom.
