Penutupan Konfermacabis II MWCINU Niigata, Kiai Achmad Gazali Serukan Pentingnya Solidaritas Anggota

Kiai Achmad Gazali, Ph.D. memberikan sambutan

Niigata, Jepang — Konferensi Majelis Wakil Cabang Istimewa (Konfermacabis) II MWCINU Niigata resmi ditutup pada Ahad pagi, 12 April 2026, bertempat di Masjid Nusantara Tsubame, Niigata. Acara penutupan yang digelar usai shalat Subuh ini menjadi puncak dari rangkaian Konferensi MWCINU Niigata 2026 yang berlangsung selama dua hari, 11–12 April 2026.

Sesi penutupan dibuka dengan bacaan basmalah, dilanjutkan dengan muqadimah dari Ketua Konferensi, Suratman, yang sekaligus bertindak sebagai moderator. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, mulai dari seksi acara hingga tim konsumsi. Ia juga berharap agar pengurus terpilih dapat mengemban amanah dengan membawa MWCINU Niigata menjalankan program-program yang kreatif, mengikuti perkembangan zaman, dan bermanfaat bagi umat, khususnya di Prefektur Niigata.

Konferensi ini sendiri diselenggarakan dalam rangka regenerasi kepengurusan MWCINU Niigata yang masa khidmatnya akan berakhir pada 23 Juni 2026. Dari forum ini, terpilih Danang Nurwanto sebagai Rois Syuriah dan Ahmad Faqih sebagai Ketua Tanfidziyah periode berikutnya.

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah terpilih, Ahmad Faqih, menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan Rois terpilih untuk melaksanakan program-program pokok organisasi, sekaligus berinovasi demi kemajuan MWCINU Niigata. Senada dengan itu, Rois Syuriah terpilih, Danang Nurwanto, mengungkapkan tekadnya untuk bergerak bersama semua pihak demi kemajuan MWCINU Niigata, meski dengan segala keterbatasan yang ada. “Bismillah, atas panggilan NU, saya akan bekerja sama dengan semua pihak,” tuturnya.

Salah satu momen yang paling dinantikan adalah arahan dari Ketua PCINU Jepang, Kiai Ahmad Gazali, Ph.D. Beliau menekankan pentingnya solidaritas antara sesama anggota. Kiai Gazali mengingatkan agar dalam memilih seseorang untuk memimpin, semua pihak hendaknya ridha dan tidak memandang siapa rois atau ketuanya, melainkan melihat NU sebagai wadah bersama. “Ini adalah kesempatan berkhidmat untuk mengais rahmat dari para ulama,” pesannya.

Kyai Gazali juga mengajak seluruh warga NU di Niigata untuk terus berdakwah dengan membawa Islam yang ramah, bukan yang marah, dengan merangkul, bukan memukul.

Arahan turut disampaikan oleh Wakil Katib PCINU Jepang, Satrio, yang berpesan agar komunikasi antar pengurus selalu diutamakan sehingga terjalin keakraban dan tidak ada kecanggungan dalam menjalankan roda organisasi.

Sesi makan bersama

Acara penutupan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kiai Achmad Gazali, kemudian diakhiri dengan bacaan hamdalah. Seluruh rangkaian Konfermacabis MWCINU Niigata 2026 pun resmi dinyatakan selesai sekitar pukul 06.00, dilanjutkan dengan sarapan pagi bersama.

Kontributor: Tri Kuntari, Hilmi Abedillah