PCINU Jepang Resmi Dilantik, Emban Amanah Sebarkan Aswaja di Negeri Sakura
Koga, Jepang — Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang periode 2025-2027 resmi dilantik pada Selasa, 4 Mei 2026, pukul 09.00 JST, bertempat di Pesantren NU At-Taqwa, Koga, Jepang. Pelantikan yang dihadiri sekitar 50 peserta secara luring dan 15 peserta secara daring ini menjadi penanda resmi dimulainya masa khidmat kepengurusan baru di Negeri Sakura.
Prosesi pelantikan dilaksanakan langsung oleh perwakilan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Dr. H. Muhammad Faesal, M.H., M.Pd., selaku Ketua PBNU Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK). Keabsahan kepengurusan ini diperkuat dengan terbitnya Surat Keputusan PBNU Nomor 150/PB.01/A.II.01.46/99/04/2026 tentang Pengesahan PCINU Jepang Masa Khidmat 2025-2027.
Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Muhammad Al Aula, yang menjabat sebagai Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya.
Rangkaian acara dibuka oleh MC, dilanjutkan dengan tawasul, pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan Mars Syubbanul Wathon. Setelah prosesi pelantikan pengurus PCINU dan pelantikan lembaga di bawah naungannya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai pihak, termasuk ketua panitia Miqdad Al Muflih, serta pengarahan dari perwakilan PBNU.
Ketua Tanfidziyah PCINU Jepang terpilih, Kyai Achmad Gazali, Ph.D., dalam sambutannya menegaskan komitmen organisasi untuk melanjutkan visi kepengurusan sebelumnya. “Kita telah memilih Nahdlatul Ulama sebagai jalan hidup kita. Maka marilah kita serius agar mendapat ridho kiai,” ujarnya. Ia menambahkan, “Visi kita masih sama seperti periode lalu, yaitu solid dan mandiri menebar Aswaja di Negeri Sakura.”
Sementara itu, Rais Syuriah PCINU Jepang, Kyai Agus Sulipan, menekankan makna mendalam dari momen pelantikan ini. “Kita berkumpul bukan sekadar pelantikan, tapi untuk mengikat janji kepada Allah, untuk menjaga amanat dan berkhidmat. Kami pengurus PCINU memohon doa agar diberikan kekuatan dalam menjaga amanat ini dan tidak lalai dalam menjalankan tanggung jawab ini,” tuturnya.
Dalam pengarahannya, Dr. H. Muhammad Faesal menegaskan bobot amanah yang diemban pengurus baru. “Pelantikan sebagai momentum eksistensi khidmat untuk menyebarkan ajaran Islam Ahlussunnah Waljamaah, Islam Nusantara, rahmatan lil alamin,” katanya. Ia juga mengingatkan bahwa, “Amanah ini bukan sekadar jabatan organisatoris, tapi tanggung jawab keumatan dan kebangsaan yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan.”
Pelantikan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Pembukaan Upgrading Ke-NU-an III PCINU Jepang yang berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu, 4-5 Mei 2026. Usai acara pembukaan ini, acara dilanjutkan sesi pertama materi upgrading.
Kontributor: Hilmi Abedillah
