Gandeng UGM, PCI Muslimat NU Jepang Gelar Edukasi Makanan Halal hingga Kesehatan Mental Pekerja

Gandeng UGM, PCI Muslimat NU Jepang Gelar Edukasi Makanan Halal hingga Kesehatan Mental Pekerja

Ibaraki, Jepang – Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jepang baru saja menggelar kegiatan Syahriah Muslimat ke-39 pada Ahad (14/6/2026). Acara ini dilaksanakan secara hybrid yang berpusat di Masjid NU At-Taqwa, Koga, Prefektur Ibaraki, Jepang, serta disiarkan secara daring melalui platform Zoom. 

Pertemuan rutin Syahriah ke-39 yang dikemas dengan edukasi kesehatan ini sukses terlaksana berkat kolaborasi strategis antara Bidang Kesehatan & Kependudukan serta Hubungan Luar Negeri dan Kemitraan PCI Muslimat NU Jepang bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Sinergi internasional ini menghadirkan tiga pakar dari UGM sebagai narasumber untuk mengupas tuntas kaitan erat antara makanan halal dan kesehatan mental, frozen food bagi kesehatan serta anemia bagi para pekerja.

Kegiatan rutin Syahriah ini juga menjadi salah satu program penting di bawah kepemimpinan Nur Syamsiyah, S.Sos.I., menjabat sebagai Ketua PCI Muslimat NU Jepang periode 2025–2027. Sejak memandangkan estafet ketua lewat Konfercabis II, sosok yang akrab disapa Ibu Ade ini menaruh perhatian besar pada kualitas ta’lim (pengajaran) serta program pendidikan keagamaan agar dapat berkembang lebih maju dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat Muslim di Jepang. Dalam sambutannya, Ade kembali menekankan komitmennya untuk melanjutkan roda perjuangan Muslimat NU di Negeri Sakura dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan.

Sejalan dengan visi pengembangan pendidikan tersebut, dalam sambutannya, Koordinator Syahriah Muslimat Masjid NU Koga, Bonita Hyang Paramita, S.H., menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya kolaborasi internasional ini. Beliau menegaskan bahwa ilmu harus tetap dicari kapanpun salah satunya dengan kegiatan seperti ini. 

Kehalalan Makanan Pengaruhi Kesehatan Mental

Narasumber pertama, Dr. Fatma Zuhrotun Nisa’, STP., MP., membawakan materi mengenai pangan halal dan hubungannya dengan kesehatan mental. Beliau mengingatkan jemaah yang hadir di Masjid Koga maupun via Zoom bahwa mengonsumsi makanan halal merupakan perintah langsung dari Allah Swt.

“Halal tidak hanya dilihat dari bahan makanannya, tetapi juga dari seluruh prosesnya, termasuk penyembelihan,” ujar Dr. Fatma. Makanan halal tidak sekadar menjaga fisik, tetapi juga krusial bagi kesehatan mental dan spiritual demi ketenangan hati dan keberkahan hidup.

Tips Konsumsi Frozen Food yang Aman

Sementara itu, Prof. Dr. Lily Arsanti Lestari, STP., MP., memberikan edukasi praktis lewat materi “Frozen Food Bagi Kesehatan”. Tren konsumsi makanan beku yang tinggi di kalangan perantau di Jepang dinilai tetap aman, selama ditangani dengan benar.

Prof. Lily menjelaskan bahwa frozen food aman dikonsumsi selama disimpan, dicairkan (thawing), dan diolah secara tepat. “Menjaga suhu penyimpanan dan menghindari proses keluar-masuk freezer secara berulang kali sangat penting untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan,” jelasnya.

Waspada Anemia pada Pekerja

Sesi edukasi ditutup oleh Prof. Dr. Siti Helmyati, DCN., M.Kes., yang membedah topik “Anemia pada Pekerja”. Masalah kelelahan kronis yang sering menimpa para pekerja migran di Jepang menjadi sorotan utama.

Prof. Siti menjelaskan bahwa anemia dapat dicegah melalui pola makan sehat, bergizi, serta kaya protein, zat besi, dan asam folat. Istirahat yang cukup juga menjadi pilar penting. Beliau juga mengingatkan jamaah agar bijak mengonsumsi kafein dan teh karena dapat menghambat penyerapan zat besi, serta tidak menunda pemeriksaan medis jika terus-menerus merasa pusing dan lelah.

Kolaborasi lintas benua antara PCI Muslimat NU Jepang dan Universitas Gadjah Mada ini membuktikan bahwa semangat belajar dan kepedulian terhadap kesehatan tidak mengenal batas geografis. Melalui sinergi yang terus dibangun, PCI Muslimat NU Jepang berharap kegiatan serupa dapat terus hadir secara konsisten, menjadi ruang ilmu sekaligus ruang silaturahmi bagi seluruh Muslimah Indonesia di Negeri Sakura, demi terwujudnya komunitas yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.

Kontributor: Zayyin
Editor: Hilmi Abedillah