Harlah ke-22 PCINU Jepang: Tidak Melupakan Sejarah, Melanjutkan Khidmah
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washshalatu wassalamu ‘ala Sayyidina Muhammad, wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma‘in.
Pada momentum Hari Lahir PCINU Jepang ke-22, 12 Juni 2004 – 12 Juni 2026, marilah kita sejenak menengok perjalanan sejarah yang telah mengantarkan Nahdlatul Ulama tumbuh dan berkembang di Negeri Sakura.
Keberadaan NU yang saat ini tersebar di berbagai wilayah Jepang bukanlah sesuatu yang hadir secara tiba-tiba. Ia merupakan buah dari perjuangan, pengorbanan, dan cita-cita para pendahulu yang dengan penuh keikhlasan mendeklarasikan KMNU Nihon pada tanggal 12 Juni 2004 di Aula SRIT. Dari titik sejarah itulah benih-benih perjuangan ditanam, yang kemudian tumbuh menjadi rumah besar bagi warga nahdliyyin di Jepang hingga hari ini.
Oleh karena itu, pada momentum yang penuh makna ini, kita tidak boleh melupakan sejarah. Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pendahulunya, dan organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu menjaga kesinambungan nilai, tradisi, dan semangat perjuangan dari generasi ke generasi. Mengenang sejarah bukan berarti terjebak dalam romantisme masa lalu, melainkan menjadikannya sebagai sumber inspirasi untuk melangkah lebih jauh ke masa depan.
Saya juga ingin menyampaikan apresiasi dan semangat kepada seluruh kader, pengurus, dan warga NU yang berkhidmat di berbagai penjuru Jepang. Khidmah adalah jalan panjang yang tidak selalu mudah. Ia sering kali menuntut waktu, tenaga, pikiran, bahkan pengorbanan yang tidak terlihat oleh banyak orang. Namun, setiap langkah yang diniatkan untuk kemaslahatan umat akan menjadi amal yang bernilai di sisi Allah SWT.
Karena itu, jangan pernah lelah berkhidmat. Teruslah menghadirkan manfaat bagi masyarakat, baik bagi sesama warga Indonesia maupun masyarakat Jepang. Jadilah duta Islam yang ramah, santun, dan membawa solusi. Tunjukkan bahwa nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama‘ah yang diwariskan oleh para ulama NU mampu menghadirkan kedamaian, persaudaraan, dan kemanfaatan bagi seluruh umat manusia.
Dalam menjalankan dakwah di Jepang, kita juga perlu meneladani para leluhur dan kiai-kiai kita, khususnya para Walisongo, yang berhasil menyebarkan Islam dengan penuh hikmah dan penghormatan terhadap budaya setempat. Mereka tidak datang untuk menghapus budaya, melainkan menghadirkan nilai-nilai Islam yang menyempurnakan dan membawa kemaslahatan. Dakwah yang mereka lakukan diterima masyarakat karena dibangun di atas kasih sayang, kebijaksanaan, dan penghormatan terhadap kearifan lokal.
Semangat inilah yang perlu terus kita hidupkan di Jepang. Kita harus mampu berdialog dengan budaya dan masyarakat setempat secara santun dan terbuka, sehingga kehadiran kita tidak hanya diterima, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi kehidupan bersama.
Di tengah berbagai tantangan kehidupan masyarakat modern saat ini, kita juga perlu terus meningkatkan ketertiban, ketentraman, dan kepedulian sosial. Sebagai bagian dari masyarakat Jepang, warga NU hendaknya menjadi teladan dalam menaati aturan, menjaga harmoni, menghormati sesama, serta berpartisipasi aktif dalam membangun lingkungan yang aman, damai, dan saling menghargai. Dengan demikian, dakwah tidak hanya hadir melalui lisan, tetapi juga melalui akhlak, perilaku, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepada seluruh Nahdliyyin dan kaum muslimin di seluruh Jepang, kami memohon dukungan doa panjenengan semua. Doa adalah bekal terkuat bagi para pengurus dalam menjalankan amanah organisasi. Kami menyadari bahwa tugas dan tanggung jawab pelayanan umat tidaklah ringan. Oleh karena itu, dukungan, nasihat, serta doa dari seluruh warga NU dan kaum muslimin menjadi energi yang sangat berarti untuk menjaga semangat pengabdian dan istiqamah dalam berkhidmat.
Akhirnya, atas nama pribadi dan segenap jajaran Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Jepang, saya mengucapkan:
Selamat Hari Lahir PCINU Jepang ke-22.
Semoga Allah SWT senantiasa menjaga marwah organisasi yang kita cintai ini, menguatkan langkah seluruh pengurus dan kader dalam berkhidmat melayani umat, serta memberikan keberkahan agar NU di Jepang terus berkontribusi menghadirkan dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin, yang diterima dengan penuh cinta, kelapangan dada, dan penghormatan oleh masyarakat Jepang maupun masyarakat dunia.
Wallahul Muwaffiq ila Aqwamit Thariq.
Wassalamu‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Achmad Gazali
Ketua Tanfidziyah PCINU Jepang
12 Juni 2026
